Penyebab Darah Tinggi yang Harus Anda Ketahui

Ada dua jenis tekanan darah tinggi.

  • Hipertensi Primer

Bagi kebanyakan orang dewasa, tidak ada penyebab tekanan darah tinggi yang bisa diidentifikasi. Jenis tekanan darah tinggi ini, yang disebut juga hipertensi primer, cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun

  • Hipertensi Sekunder

Tekanan darah tinggi jenis ini merupakan tekanan darah tinggi yang muncul karena ada kondisi yang mendasarinya dan cenderung muncul tiba-tiba. Hipertensi sekunder menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi daripada hipertensi primer. Berbagai kondisi dan obat-obatan berikut ini dapat menyebabkan hipertensi sekunder:

  • Obstructive sleep anea
  • Gangguan ginjal
  • Tumor kelenjar adrenal
  • Masalah tiroid
  • Cacat tertentu dalam pembuluh darah (Bawaan)
  • Obat-obatan tertentu (Pil KB, Obat flu, dekongestan, obat-obatan ilegal, dan lain-lain)
  • Penyalahgunaan alkohol atau kecanduan alkohol kronis

Faktor Risiko

Banyak faktor risiko dari tekanan darah tinggi, beberapa diantaranya:

  • Risiko menderita tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar usia 45 tahun, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi kepada pria. Sedangkan wanita, lebih mungkin meenderita tekanan darah tinggi setelah usia 65 tahun.
  • Tekanan darah tinggi sangat umum di kalangan orang kulit hitam, dan terjadi pada usia yang lebih awal disbanding orang kulit putih. Komplikasi serius, seperti tstroke, serangan jantung, dan gagal ginjal juga lebih sering terjadi pad aorang kulit hitam.
  • Riwayat keluarga. Jika anggota keluarga terdekat Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, risiko Anda lebih tinggi.
  • Berat badan berlebih. Semakin berat badan Anda semakin banyak pula darah yang Anda butuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan Anda. Ketika volume darah yang disirkulasikan melalui pembuluh darah Anda meningkat, tekanan pada dinding arteri Anda juga akan meningkat.
  • Tidak aktif secara fisik. Tidak aktif secara fisik membuat detak jantung cenderung lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin keras kerja jantung Anda pada setiap kontraksi dan semakin kuat juga tekanan pada dinding arteri Anda.
  • Penggunaan tembakau. Merokok atau mengunyah tembakau tidak hanya dapat menaikan tekanan darah sementara, tapi bahan kimia dalam tembakau juga dapat merusak lapisan dinding arteri Anda. Hal ini menuntun pada penyempitan arteri, yang nantinya dapat membuat takanan darah naik. Dampak naiknya tekanan darah juga berlaku pada perokok pasif.
  • Terlalu banyak garam dalam pola makan. Terlalu banyak sodium dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan, sehingga tekanan darah akan meningkat.
  • Terlalu sedikit kalium dalam pola makan. Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel Anda. Jika Anda tidak mendapat cukup kalium dari makanan yang Anda makan, sodium akan banyak menumpuk dalam darah Anda.
  • Terlalu sedikit vitamin D dalam pola makan. Masih belum jelas hubungan antara terlalu sedikit asupan vitamin D dan tekanan darah tinggi. Yang pasti, vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal Anda yang berpengaruh terhadap tekanan darah.
  • Terlalu banyak alkohol. Seiring waktu, minum berlebihan dapat merusak hati Anda. Untuk pria, batasi konsumsi alkohol lebih dari dua gelas dalam sehari. Untuk wanita, batasi agar konsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas. Jika lebih, dapat berefek pada tekanan darah.
  • Stres tingkat tinggi dapat membuat tekanan darah naik sementara. Cobalah untuk rileks, tapi dengan cara yang tepat, bukan dengan merokok, minum alkohol, atau makan berlebih.
  • Beberapa kondisi kronis. Beberapa kondisi kronis juga membuat risiko tekanan darah tinggi meningkat. Contohnya, penyakit ginjal, diabetes, dan sleep apnea.
  • Masa kehamilan. Terkadang, hamil juga berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah.

Meski tekanan darah tinggi sering dialami oleh orang dewasa, anak kecil juga ternyata berisiko. Pada beberapa anak kecil, tekanan darah tinggi dapat disebabkan gangguan ginjal atau hati. Berbeda dengan anak yang dalam masa bertumbuhan, gaya hidup yang buruklah yang paling berkontribusi pada naiknya tekanan darah.

Komplikasi

Tekanan berlebih pada dinding arteri yang disebabkan oleh hipertensi, dapat merusak pembuluh darah Anda serta organ-organ lainnya. Semakin tinggi dan semakin tidak terkontrolnya tekanan darah, akan semakin besar kerusakan yang diakibatkannya.

Tidak terkontronya tekanan darah dapat menyebabkan:

  • Serangan jantung atau stroke.
  • Aneurisme
  • Gagal jantung
  • Semakin menyempit dan melemahnya pembuluh darah dalam ginjal
  • Semakin menyempit dan lengket pembuluh darah pada mata
  • Sindrom metabolic
  • Terganggunya ingatan dan kemampuan berpikir